Search This Blog

Miss Arabian Contest

Kontes kecantikan yang lazim digelar, sebagian besar memberikan penilain pada kecantikan wajah dan kemolekan tubuh. Mustahil bagi perempuan Arab Saudi memiliki kesempatan menjadi ratu kecantikan dari kontes kecantikan semacam itu. Maklum saja, tubuh dan wajah perempuan Arab tertutup rapat. Ia mengenakan jubah hitam lebar untuk membalut seluruh tubuhnya, kerudung sebagai penutup kepala, dan wajahnya bercadar pula.

Namun di Arab Saudi, sebuah kontes bernama Miss Beuatiful Moral yang juga melibatkan kontestan perempuan, mengabaikan penilaian pada kesempurnaan penampilan dan wajah. Yang jadi penilaian pokok adalah bakti dan rasa hormat kepada orang tua. Ide kontes ini untuk mengukur komitmen para kontestan terhadap moral Islam. Ini sebuah alternatif dari kontes-kontes kecantikan lainnya yang hanya menilai tubuh dan paras wanita. Pemenangan kontes ini tak perlu dan melulu perempuan berwajah cantik tetapi yang dinilai adalah kecantikan jiwa dan moral.

Selama sepuluh pekan, mereka akan menghadiri sejumlah kelas dan menjawab serangkaian pertanyaan yang terkait tema 'temukan kekuatan jiwamu','melahirkan pemimpin', dan 'ibu, surga di bawah telapak kakimu'. Para kontestan juga akan menghabiskan waktu selama sehari di sebuah rumah dengan ibu masing-masing. Para juri perempuan, akan menilai bagaimana para kontestan ini berinteraksi dengan ibunya. Kontes ini tak disiarkan di televisi dan tak pula melibatkan laki-laki.Sehingga para kontestan ini diijinkan untuk menaggalkan jilbab dan abaya yang biasa mereka kenakan di depan publik.

Penyelenggaraan Miss Beutiful Moral ini telah memasuki tahun kedua. Pertama kali, kontes ini digelar pada 2008 yang saat itu hanya diikuti oleh 75 kontestan. Kontestan pada 2009 mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat, yang jumlahnya mencapai 200 orang. Kontes yang terbuka bagi perempuan berumur antar 15 dan 25 tahun ini juga menyediakan hadiah yang lumayan besar jumlahnya. Pemenang pada kontes tahun ini akan diumumkan pada Juli mendatang. Pemenang pertama yang juga ditasbihkan dengan gelar ratu, mendapatkan 2.600 dolar AS. Sang ratu, juga mendapatkan sejumlah hadiah lainnya. Sedangkan pemenang kedua akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 1.300 dolar AS.

Pemenang kontes tahun lalu, Zahra al-Shufara, mengatakan kontes ini mendorong perempuan untuk lebih menunjukkan bakti pada orang tua.

Inti dari kontes ini adalah bukanlah kemenangan yang diraih dalam kontes ini tetapi berbakti pada orang tua. Saya akan merasa bangga menunjukkan kepada setiap orang bahwa saya bersaing dengan orang lain dalam kepatuhan kepada orang tua saya, kata salah seorang peserta.

0 comments:

Best Sites

Copyright © 2010 - 2011 | Pustaka LaaTansa - Cla_X | All Rights Reserved